Ketika manusia lain beristirahat dari lelah
Aku memilih untuk mendekap malamBerharap ketenangan hadir di sana
Namun naas Bukannya ketenangan yang menghampiriku Mengapa hanya kecemasan yang hadir di kepala
Aku hanya diam
Sembari menahan sesak dan kecemasan yang hadir Yang perlahan seakan-akan membunuhku
Karenanya air mata ku mulai mengalir dari mataku Pikiran di kepala mulai lari tak tentu arahnya Aku takut ia akan mengendalikan pikiranku untuk menghabisi diri dengan tanganku sendiri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar